Entah…
Entah sampai kapan akan ditinggalkan
Entah sampai kapan kembali mengetikkan jari tuk mengisi kata2 dirumah ini “ketikanjari“
Kawan,
Pemiliki blog ketikanjari ini akan memfokuskan diri dengan riset, semoga berjaya…
*Sumber gambar dari hafizamri.com, akibat belum punya kamera sendiri. Semoga memiliki DSLR sendiri nantinya, amin, ntar bisa jepret2 dan pamer karya sendiri
Gempa di Aceh 11 April 2012
Sejak siang hari badan mulai tak enak, syukur hari ini libur (meski tugas kampus tidak pernah libur) sehingga bisa sedikit istirahat meski tetap harus mengerjakan tugas2 di rumah.
Selepas shalat ashar awalnya saya berencana jogging. Sudah beberapa hari tidak jogging kerana kurang fit nya kondisi tubuh beberapa waktu lalu. Akan tetapi tubuh ini rasanya enggan tuk bergerak dan keluar dari rumah, rasanya ingin berbaring saja di rumah dan akhirnya sayapun berbaring beberapa saat.
Karena semagat untuk jogging masih ada, akhirnya sayapun bangun untuk jogging. Namun entah mengapa rasanya ingin membuka fb dan email terlebih dahulu sebelum berangkat. Seketika saya melihat wall teman2 pada dipenuhi berita bahwa terjadi gempa di Aceh. Link2 yang di mereka berikan di wall2 fb mereka saya buka dan saya baca…
Ternyata Aceh lon sayang,tanoh tempat lon lahe (Aceh ku sayang, tanah kelahiranku) kembali di landa Gempa yang berkekuatan 8,9 SR. Saya pun menghubungi teman2 yang sedang Online di yahoo dan fb menanyakan keadaan di sana seperti apa dan apakah saluran telekomunikasi tidak dapat digunakan? Karena beberapa kali saya mencoba menelepon ayah, dan adik sama sekali tidak dapat dihubungi. Rasa khawatirpun semakin bertambah apalagi setelah mendengar akan adanya tsunami di wilayah Banda Aceh dan di daerah Aceh bagian barat telah diterjang tsunami.
Tahun 2004 silam, daerah tempat saya tinggal bersama keluarga merupakan salah satu tempat yang diterjang tsunami. Saat itu saya bersama keluarga berhasil menyelamatkan diri dari kejaran gelombang tsunami atas izin Allah.
Saya terus mengikuti perkembangan berita terkini melalui internet.
Di fb, selain dipenuhi link2 yang berkaitan dengan berita terkini tentang gempa aceh yang terjadi 11 april 2012 sekitar pukul 15.38 (GMT+7) teman2 juga turut mendoakan untuk Aceh.
Diakunnya fb Ustaz Azhar Idrus beliau menuliskan “tolong pakat2 berdoa dan solat hajat agar Allah swt lindungi saudara kita rakyat Aceh dari segala malapetaka dan bahaya..”
Hingga tulisan ini saya tulis, sudah ada 18,545 yang ngelike. Sayapun memberikan komentar, mengucapkan terima kasih yang sebesar2nya
“Asaalamu’alaikum
Terima kasih Ustaz Azhar Idrus kerana telah mengajak saudara2ku sekalian untuk berdoa, agar kami rakyat Aceh selamat dari malapetaka dan bahaya….
Terima kasih untuk saudara2ku yang tlah mendoakan kami rakyat Aceh.
Saya student asal Aceh yang lagi study kat UTeM
Salam hangat dari kami rakyat Aceh.”
————
Alhamdulillah, menjelang magrib ayah menelepon saya, mengabarkan dalam keadaan baik. Tapi dari nada suara ayah, saya merasakan kalau ayah masih dalam rasa was-was akan terjadinya tsunami.
Dari sini, sayapun mendengar suara…..
“Bunda neuk…” (Bunda nak…)
itu suara ibunda…
Saluran telepon pun putus. Saya mencoba telepon kembali, lagi – lagi tidak masuk…. tidak dapat dihubungi…
“Ya Allah, lindungi ibu, ayah, adik, kakak dan abang saya, saudara saya, rakyat Aceh
neu pelindong Aceh lon sayang dari marabahaya, Amin
(lindungi Aceh ku sayang dari marabahaya, Amin)
————-
Alhamdulillah saat saya menulis tulisan ini, saya menerima sms, keluarga saya dalam keadaan baik, Terima kasih ya Allah.
Terima kasih untuk saudara2ku sekalian – dibelahan bumi manapun kalian berada - atas doanya untuk rakyat Aceh.
Salam hangat dari kami rakyat Aceh, semoga Allah merahmati dan memberi ganjaran atas keikhlasan doa saudara2ku sekalian, Amin.
Ketikajanjari “kala Hujan dan Bersyukur”
Alhamdulillah,
Saya rasa kata tersebutlah yg tepat untuk memulai kembali menulis di rumah ” ketikanjari ” setelah sekian lama tidak menulis apa-apa karena kesibukan dan berkurangnya nikmat sehat akhir-akhir ini.
Bersyukur masih memiliki sesuatu yg berharga yaitu si waktu, untuk mengetikkan jari jemariku.
Bersyukur masih bisa mengetikkan jari jemariku – yang diciptakan dengan sangat sempurna oleh Sang Maha Sempurna – meski dalam keadaan nikmat sehat yang lagi berkurang akhir-akhir ini.
Bersyukur karena mengingat diri tidak bergantung pada tabung oksigen untuk bernafas, mengingat diri masih dapat berjalan, tidak terbaring lemas di rumah sakit.
kawan…
“Gemuruh sedang berteriak diluar sana
Cahaya kilat sesekali menyapa
Nikmat dan rahmatNya sedang turun, adalah hujan disebutkan sebagai sumber kehidupan”
****
“… dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. Al-Anbiya’: 30)
Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yg mengerti. (QS. Ar-Rum: 24)
Bahasaku dan Bahasamu (1)
Kali ini ketikanjari ingin menuliskan sesuatu yang berkaitan dengan bahasa
. Dalam tulisan ini saya tidak menjelaskan apa pengertian bahasa itu sendiri, bagaimana sebuah bahasa itu berkembang dan bagaimana sebuah bahasa itu berbeda antara satu sama lain. Adapun yang ingin saya sampaikan tulisan di ketikanjari ini adalah mengenai kata-kata yang berbeda maknanya.
Secara umum, bahasa di suatu Negara berbeda dengan Negara lainnya. Namun ada juga yang memiliki perkataan-perkataan yang sama tetapi memiliki arti atau maksud yang berbeda, dikenal dengan istilah homonim. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan kesalahpahaman. Dalam tulisan yang berjudul “Bahasaku dan Bahasamu” ini, contoh yang saya ambil adalah bahasa (kata-kata) dari Negara Jepang. Mengapa Jepang? Negara inilah yang pernah saya kunjungi beberapa tahun lalu dan saya alami sendiri tentang kata-kata homonym itu sendiri.
Dalam tulisan Bahasaku dan Bahasamu (1) ini saya akan menuliskan homonim antara Jepang dengan Indonesia. Pada tulisan Bahasaku dan Bahasamu (2) nanti akan saya tuliskan homonim antara Indonesia dengan negara lainnya.
Ada dua kata homonim yang Harus sangat hati-hati bila Anda ingin mengucapkannya di Jepang atau ketika berkomunikasi dengan orang jepang. Apa kedua kata tersebut? Sebelumnya saya mohon maaf karena kata-kata tersebut bukanlah kata yang baik atau patut untuk diucapkan dalam konteks/hal tertentu. Bukan saya bermaksud untuk menyampaikan atau mengajarkan kata-kata yang kurang sopan. Tapi untuk menghindari kesalahpahaman ketika suatu saat nanti Anda berkomunikasi dengan mereka atau di negara mereka, Jepang.
Nah, kedua kata tersebut adalah Mangkok dan Cincin.
1. Mangkok
Dalam bahasa Indonesia mangkok adalah alat makan dimana makanan diletakkan, seperti halnya piring. Namun mangkok ini berbentuk cekung, lebih cekung dari piring. Terbuat dari logam, batu, plastik gelas atau kayu. Jika kata mangkok diucapkan kepada orang Indonesia hal ini tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi jika diucapkan kepada orang Jepang akan bermasalah karena memiliki arti yang sangat jauh berbeda.
Dalam bahasa Jepang mangkok (mangko/manko) adalah (maaf) alat kelamin wanita atau vagina. Nah, tipsnya untuk menghindari mengucapkan kata mangkok, gantikan kata tersebut dengan kata cawan.
2. Cincin
Dalam bahasa Indonesia cincin adalah perhiasan yang dipakai di jari, baik oleh perempuan maupun laki-laki. Umumnya terbuat dari logam dan batu permata.
Dalam bahasa Jepang cincin adalah (maaf) alat kelamin laki-laki (penis). Tipsnya lagi, kata cincin ini boleh anda ganti dengan menyebutkan kata ring.
Ga bisa jadi wartawan woi…
- Peresmian masjid Sayyidina Abu bakar oleh Raja Malaysia
- Pesta kembang api menyambut tahun baru 2012 di marina bay singapore
- Masjid malabar Singapore
- Perjalanan ke Singapore ala backpaker
- Konvokesyen UTeM ke 7
- Pengalaman tsunami 2004 dalam rangka peringatan tsunami ke 7
- ….
hoho…. semua itu ga sempat ditulis apalagi diposting di blogku ketikan jari ini.
lha, apa hubungannya dengan judul di atas?
ya, sama sekali ga bisa jadi wartawan kalo gini! ga bisa jadi si penyebar berita dengan cepat! Semua berita, kejadian, peristiwa (hmmm yang mana yg tepat dari ketiga kata itu ya? *milih kata aja juga masi ga benar
) yang disebutkan di atas sama sekali ga bisa langsung ditulis dan diposting segera minimal sehari setelah acara atau peristiwa berlangsung. Sampai sekarang masi ga tertulis tuntas-tas, masi nyantol di draft
ah aku lupa
Yah… aku lupa mau nulis apa
Padahal ada sesuatu yang ingin ku tulis di ketikanjari detik ini tuk mengisi kekosongan waktu karena kuliah pada hari ini, minggu, tiba-tiba dibatalkan.
ah, aku lupa mau nulis apa ya?
oh ya, teman-teman mau nulis apa ya?
butiran air
di tanah kelahiran
butiran air langit berjatuhan
deras…
seorang pria,
seorang wanita yang telah melahirkannya
berteduh di bawah atap bangunan tua
yang runtuh dihantam gelombang 2004 silam
dahsyat…
butiran air itu masih terus berjatuhan…
suara tawanya terdengar
memecahkan irama butiran air langit berjatuhan
deras…
di sini
butiran air itupun mengalir…
dahsyat…
Senyumlah Adinda
Adinda
bukan aku diam tanpa makna
saat kau duduk disampingku…
bukan aku tak datang tuk menyapa
saat kau duduk manis, menanti kehadiranku…
sebenarnya
ingin kuceritakan tentang istana termegah
ingin kuceritakan tentang taman terindah
ingin kuceritakan tentang tebing yang menjulang tinggi
saat kau di sini, di sampingku, duduk dengan manismu
namun aku tak kuasa, sayang
masih terasa akan luka itu
membuatku tak mampu mengerakkan bibirku
tak cukup kuat mengucapkan untaian kata-kata indah
apakah kau tau?
cukupkah kau paham dan mengerti akan diriku?
kalau aku lagi sariawan
Persimpangan
Kau berdiri dipersimpangan jalan,
Memintaku tuk menepikan kendaraanku
Tuk membawamu bersamaku, meski kau tak tau tujuan kendaraanku.
Aku hanya memiliki masa 2 jam saja tuk membawa kendaraan ini
Membawa semua cita-citaku, semua cita-cita yang masih tersisa
Seperempat masa tlah kuhabiskan bersamamu, membawamu bersamaku
Bersama kendaraan beroda tak bermesin ini
Dipersimpangan jalan berikutnya, Kau memintaku menepikan kendaraanku,
Kaupun berpesan, tuk menjemputmu dipersimpangan itu
Aku tak cukup mengenalmu, Tak banyak kata yang kau ucapkan,
Yang kutahu, inginmu adalah membawamu bersamaku, bersama kendaraan ini.
Dipersimpangan itu, kau telah membuatku menunggu
Sesaat kau muncul menampakkan wujudmu, lalu berlalu…
ketika ideku tak dapat kutuangkan
Siapa bilang menulis itu mudah? mungkin mereka yang sudah menjadi penulis-penulis handal, mereka yang telah menulis puluhan, ratusan, hingga ribuan tulisan yang mengatakan bahwasanya menulis itu mudah.
Siapa bilang menulis itu susah? mungkin mereka yang belum pernah mencoba menulis atau pernah mencoba namun tidak pernah terselesaikan yang mengatakan menulis itu susah.
Kawan, apa pendapat mu tentang menulis? apakah menulis itu susah atau mudah? atau susah-susah mudah? atau mudah-mudah susah?
Kawan,
Banyak hal yang ingin kutulis diakhir pekan ini. Ingin kutulis semua meski hanya sebuah tulisan sederhana tapi bermakna.
Entah mengapa sulit sekali rasanya menuangkan semua ide itu ke dalam tulisan.
Entah jemariku yang kaku sehingga tak mampu menari-nari di atas keyboard tua ini atau mungkin saja otakku yang sedang membeku
Sangat penat rasanya jika semua itu tak dapat kutuangkan pada WP ketikanjari ini. Ingin sekali kawan, ya sangat ingin sekali kutuliskan meski sederhana tapi bermakna dan bermakna.
Hmmm…. akupun bingung entah apa makna dari tulisan ini. Sebagai ungkapan karena penat yang hinggap di kepalaku atau sebatas pelampiasan atas ide2 yang tak dapat kutuliskan detik ini.
Detik ini sungguh amat berharga bagiku, namun tak dapat kumanfaatkan sebaik-baiknya untuk menuliskan lagi-lagi sesuatu yang sederhana tapi bermakna dan sangat bermakna.




